Benarkah Saat Ini Kaum Milenial Telah Diperbudak Teknologi?

Kaum Milenial Telah Diperbudak Teknologi
Keberadaan teknologi internet disebut – sebut telah membawa banyak perubahan pada kehidupan manusia. Menurut sebagian orang, teknologi telah membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan praktis. Sebagian lainnya malah menyebut teknologi telah memperbudak kehidupan manusia.
Pertanyaannya, mana anggapan yang benar? Apakah teknologi telah mempermudah kehidupan manusia?? Atau malah memperbudak kehidupan kita?? Meskipun sejatinya manusia seharusnya bisa mengendalikan kehidupan dengan menggunakan teknology.

Nah, menurut pendapat pribadi penulis, ke dua pendapat tersebut sama – sama benar. Ya, ke dua pendapat tersebut sama – sama benar.
Harus diakui, teknologi yang ada pada saat ini memang telah memberikan banyak kemudahan pada kehidupan kita. Namun, di lain sisi, teknologi juga sering membuat kita “terlena” sampai tidak sadar bahwa alih – alih menghasilkan manfaat, teknologi yang kita gunakan acap kali malah menimbulkan banyak kerugian.
Menurut hasil penelitian, hampir 80 persen generasi milenial telah menghabiskan waktu mereka sekitar 30 menit hanya untuk melihat halaman social media dan melakukan browsing di internet.
Di penelitian lainnya, ditemukan fakta menarik lain bahwa mayoritas generasi milenial saat ini cenderung ketagihan social media dan aplikasi instant messaging.

Yang lebih parahnya lagi, acap kali teknologi ini malah membuat penggunanya menjadi lupa akan keberadaan manusia di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan kebiasaan memainkan perangkat smartphone saat sedang “ngumpul” bersama dengan anggota kelompok.
Jika melihat pada kebiasaan tersebut, maka bisa dibilang alih – alih memberikan manfaat, penggunaan smartphone malah membuat kita menjadi pribadi yang kurang bisa bersosialisasi. Selain itu smartphone yang over dosis penggunaannya bisa membuat manusia menjadi super individualistis dan kurang mengenal lingkungan. Semoga generasi muda bisa lebih arif dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi yang nantinya tidak malah membuat mereka menjadi kurang mengenal lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *